Selasa, 26 Februari 2019

btq

Pengertian Makharijul Huruf




Makharijul huruf atau biasa disebut Makhraj adalah tempat keluarnya huruf huruf hijaiyah. Jadi untuk membaca Al-Qur'an yang baik dan benar biasanya kita diajarkan terlebih dahulu Makharijul Huruf. Makharijul Huruf ini biasanya digunakan agar kita bisa membedakan huruf huruf agar tidak salah mengucap, karena salah satu huruf saja kita salah maka bisa merubah arti atau makna yang kita baca.

Macam Macam Makharijul Huruf

Makharijul huruf dibagi menjadi 5 tempat, yaitu Jauf (Rongga Mulut), Halq (Tenggorokan), Lisan (Lidah), Syafatain (Dua Bibir), dan Khaisyum (Rongga Hidung). Penjelasannya ialah sebagai berikut:

1). Al-Jauf (Rongga Mulut)
Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang berasal dari rongga mulut. Huruf yang termasuk ialah Alif, Wau, dan Ya.
  • Alif Mati Setelah Fathah, misalnya لاَ
  • Wau Mati Setelah Dhammah, misalnya نُوْ
  • Ya Mati Setelah Kasrah, misalnyaذِيْ 
2). Al-Halq (Tenggorokan)
Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang berasal dari tenggorokan. Al-Halq ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  • Aqshal Halqi (Pangkal Tenggorokan), yaitu huruf ha (ه) dan Hamzah (ء).
  • Wasthul Halqi (Tenggorokan Tengah), yaitu huruf ain’ (ع) dan ha’ (ح).
  • Adnal Halqi (Ujung Tenggorokan), yaitu huruf kha’ (خ)dan ghain (غ).
3). Al-Lisan (Lidah)
Yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang berasal dari lidah. Al-Lisan ini dibagi menjadi 10 bagian, yaitu:
  1. Pangkal lidah (dekat tenggorokan) dgn langit langit, yaitu huruf Qaf (ق). 
  2. Pangkal lidah dgn langit langit bagian tengah, yaitu huruf Kaf (ك ).
  3. Tengah lidah dengan langit langit, yaitu huruf Jim (ج), Syin (ش) dan Ya’ (ي).
  4. Dua sisi lidah, yaitu huruf Dlad ( ض )
  5. Ujung lidah dengan ujung langit langit, yaitu huruf (ل).
  6. Ujung lidah, dibawah makhraj lam, yaitu huruf (ن).
  7. Ujung lidah, dekat makhraj nun dgn punggung lidah, yaitu huruf Ro’ (ر).
  8. Ujung lidah bertemu dgn gusi atas, yaitu huruf Dal (د), Ta’ (ت) dan Tho’ (ط).
  9. Ujung lidah, bertemu gigi depan, yaitu huruf Shod (ص), Sin (س) dan Za’ (ز).
  10. Ujung lidah keluar sedikit bertemu dengan ujung gigi depan atas, yaitu huruf Dho’ (ظ), Tsa’ (ث) dan Dzal (ذ).
4. Asy-Syafatain (Dua Bibir)
yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang berasal dari dua bibir. Huruf yang termasuk ialah huruf fa’ (ف), mim (م), ba’ (ب), dan wau (و).
  • fa’ (ف), bibir bawah bertemu dengan ujung gigi atas
  • mim (م), ba’ (ب), dan wau (و).dua perut bibir ujung gigi depan atas
5. Al-Khaisyum (Rongga Hidung)
yaitu tempat keluarnya huruf hijaiyah yang berasal dari rongga hidung. Huruf huruf yang termasuk ialah huruf ghunnah seperti huruf mim dan nun.
  • Mim bertasydid
  • Nun Bertasydid
  • Idgham Bigunnah (Nun mati bertemu huruf nun, mim, ya, wau)
  • Iqlab (Nun mati bertemu huruf ba)
  • Ikhfa Haqiqi (Nun mati bertemu dengan 15 huruf yaang membuatnya samar)
  • Idgham Mutamatsilain (Mim mati bertemu dengan huruf mim)
  • Ikhfa Syafawi (Mim mati bertemu dengan huruf ba)
STANDAR ISI
TENTANG MUATAN LOKAL
BACA TULIS AL-QUR’AN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bagi masyarakat Jawa Barat, agama islam merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Setiap gerak langkah dan kehidupan sosial masyarakat Jawa Barat telah dijiwai dengan kehidupan yang religius. Demikian pula halnya kehidupan beragama yang ada di kota-kota besar yang heterogen, termasuk Kota Bandung.
Ummat islam di Kota Bandung, secara realita, kebanyakan mengaku beriman kepada Al-Qur’an tetapi perilaku dan budaya hidupnya belum mencerminkan ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an. Hasil pengamatan terindikasi masih banyak umat islam yang belum bisa membaca dan menulis Al-Qur’an baik di kalangan masyarakat umum maupun para pelajar, mulai tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Padahal Al-Quran merupakan sumber hukum islam dan pedoman hidup untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat. Membaca dan mempelajari alquran merupakan ibadah, sedangkan mengajarkan baca tulis alquran menjadi tanggung jawab bersama antara orangtua, guru, masyarakat dan pemerintah.
Oleh karena itu, perlu adanya program yang praktis, sistematis, dan simultan untuk melakukan terobosan dalam baca tulis alquran serta pengamalannya di lingkungan sekolah mulai tingkat dasar dan pemahamannya di tingkat sekolah menengah.
B. Dasar Pemikiran
1. Al-Quran
a. Surat Al-Qiyamah : 17-18
•       •  
“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.”
b. Surat Al-Muzzamil : 4
      
“atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”
2. Al-Hadits
“sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan Mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
“orang yang membaca alquran dan dia mahir (baik dan tartil) dalam membacanya, maka dia akan bersama para Rasul yang mulia dan suci (di Surga)”. (HR Bukhari).
3. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI. Nomor 128 Tahun 1982 dan Nomor 44 Tahun 1982, tentang Usaha Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Huruf Al-Qur’an bagi umat Islam dalam rangka Peningkatan Penghayatan dan Pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
5. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama, Nomor 0198/U/1985 dan Nomor 35 tahun 1985, tentang Pelaksanaan Pendidikan Agama di Sekolah/Kursus di lingkungan Pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan dan Kebudayaan.
6. Intruksi Menteri Agama RI Nomor 03 Tahun 1990, tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Huruf Al-Qur’an.
7. Surat Gubernur Jawa Barat, Nomor 434/3988/Yansos, tanggal 31 Desember 2004 tentang Himbauan untuk Melaksanakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Jawa Barat.
C. TUJUAN
Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Quran di lingkungan pendidikan mempunyai tujuan:
1. Menciptakan masyarakat yang beriman, berilmu, bertaqwa, dan berakhlaqul karimah.
2. Memberi motivasi kepada penyelenggara pendidikan yang beragama islam agar bertanggung jawab terhadap program baca tulis Alquran
3. Meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa terhadap ajaran agama islam.
4. Mendorong siswa agar mampu membaca, menulis, memahami, dan mengamalkan alquran.
D. SASARAN
Sasaran gerakan ini melalui jalur formal di tingkat dasar dan menengah dengan masing-masing tujuan setiap tingkatannya secara bertahap meliputi:
1. Tingkat Sekolah Dasar
Siswa mampu membaca alquran dengan lancar, tajwid makhraj yang benar, menyalin alquran, dan menghafal surat-surat pendek.
2. Tingkat Sekolah Menengah Pertama
Siswa mampu membaca alquran dengan benar menurut dasar-dasar kaidah ilmu tajwid, menulis huruf alquran, dan dapat mengartikannya.
3. Tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan
Siswa mampu membaca alquran dengan baik dan benar, menulis huruf alquran dengan baik serta mengartikan dan menghayati kendungan makna alquran.
E. TAHAP PELAKSANAAN
Tahap awal program pemberantasan Buta Huruf alquran ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dalam waktu-waktu tertentu pada awal jam pelajaran atau jam pelajaran, pada kegiatan ekstrakulikuler. Pada tahap selanjutnya dimasukan pada program sekolah berupa muatan lokal dalam struktur kurikulum (intrakulikuler).

Standar Isi BTQ

Kelas VII

Standar Kompetensi :

  1. Fasih Membaca Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an
  2. Hafal Surat Al-Bayinah, At-Tin, Al-‘Alaq dan Adh-Dhuha
  3. Mengamalkan Ayat-ayat al-qur’an dalam kehidupan Sehari-hari
Kompetensi DasarMateri PokokIndikatorHasil belajar
Membaca, Menghafal, mengartikan dan Menyalin Surat Al-BayinahSurat Al-BayinahMembaca dan Hafal Surat Albayinah
Mengartikan Surat Al-Bayinah
Menyalin Surat Al-Bayinah
Membaca, Hafal, Mengartikan Dan Menyalin Surat Al-Bayinah
Membaca, Menghafal, mengartikan dan Menyalin Surat At-TinSurat At-TinMembaca dan Hafal Surat At-Tin
Mengartikan Surat At-Tin
Menyalin Surat At-Tin
Membaca, Hafal, Mengartikan Dan Menyalin Surat At-Tin
Membaca, Menghafal, mengartikan dan Menyalin Surat Al-‘AlaqSurat Al-‘AlaqMembaca dan Hafal Surat Al-‘Alaq
Mengartikan Surat Al-‘Alaq
Menyalin Surat Al-‘Alaq
Membaca, Hafal, Mengartikan Dan Menyalin Surat Al-‘Alaq
Membaca, Menghafal, mengartikan dan Menyalin Surat Ad-DhuhaSurat Ad-DhuhaMembaca dan Hafal Surat Ad-DhuhaMengartikan Surat Ad-Dhuha
Menyalin Surat Ad-Dhuha
Membaca, Hafal, Mengartikan Dan Menyalin Surat Ad-Dhuha
Menerapkan Bacaan Alif lam Syamsiah dan Alif lam QomariahAlif lam Syamsiah dan Alif lam QomariahMendefiniskan pengertian Alif lam Syamsiah dan Alif lam Qomariah
Mempraktikan bacaan Alif lam Syamsiah dan Alif lam Qomariah
Menerapkan hukum bacaan Alif lam Syamsiah dan Alif lam Qomariah
Mempraktikan hukum bacaan Nun Mati/Tanwin Dan Mim MatiNun Mati/Tanwin Dan Mim MatiMendefiniskan pengertian Nun Mati/Tanwin Dan Mim Mati
Mempraktikan bacaan Nun Mati/Tanwin  dalam ayat-ayat pilihan
Mempraktikan bacaan Mim Mati dalam ayat-ayat pilihan

Arabic Alphabets

(click on letters to listen to pronunciation)
Writing Arabic
Writing arabic can be fun and easy once you learn to recognize the different shapes that an alphabet can appear as. 22 of the 28 Arabic letters have 4 variants:
1. Standing alone.
2. As the first letter in a word.
3. Inside the word, between two other letters.
4. As the last letter in a word, joining to the letter in front.
As for the remaining 6, they never join to the succeeding letter, even when they are inside a word. This means that the writer has to lift his pencil, and even if he is inside the same word. The following letter will have to be written as if it was the first in a word. Examples of these odd 6, see ‘alif and wâw. The following lists each alphabet and its possible forms:
‘a/’u/i/â (‘alif)
b (bā’)
t (tā’)
th (thā’)
j (jīm)
h (hā’) stressed h- always transliterated in bold
kh (khā’)
d (dāl)
dh (dhāl)
r (rā’)
z (zāy)
s (sīn)
sh (shīn)
s (sād) stressed s, always transliterated as bold s
d (dād) stressed d, always transliterated as bold d
t (tā’) stressed t, always transliterated as bold t
z (zā’) stressed z, always transliterated as bold z
c (cayn)
gh (ghayn)
f (fā’)
q (qāf)
k (kāf)
l (lām)
m (mīm)
n (nūn)
w/û (wāw)
h (hā’)
 (hamza)
y/î (yā’)
Menjelaskan dan Mempraktikan hukum bacaan Nun Mati/Tanwin dan Mim Mati

btq

Pengertian Makharijul Huruf Makharijul huruf atau biasa disebut Makhraj adalah tempat keluarnya huruf huruf hijaiyah. Jadi untu...